Kamis, 09 Juli 2015

Belajarkanlah anak Puasa

Menurut psikolog anak di lembaga Psikologi terapan Universitas Indonesia Vera Itabiliana Hadiwidjojo, orangtua harus bisa menjelaskan perlahan terlebih dahulu apakah makna puasa. "Memang tidak mudah, namun dengan mengkomunikasikan kepada buah hati tentang makna puasa, maka setidaknya anak tahu apa itu arti berpuasa. Mencoba mengajarkan berpuasa pada anak, sebaiknya dimulai pada usia 5 tahun atau pada usia yang dianggap bisa mengerti ketika diajak berdiskusi dan berkomunikasi. Kemudian, syarat lainnya adalah, anak bisa berpuasa apabila tubuhnya mengalami pertumbuhan yang normal. Untuk memberitahu makna berpuasa kepada anak, Anda perlu tahu terlebih dahulu, terdapat dua sisi makna puasa bagi anak," jelas dia. Ia menambahkan, hanya ada dua sisi makna puasa bagi anak. Ia bilang, yang pertama sisi konkrit, yaitu tidak boleh makan dan minum. "Puasa itu tidak boleh marah-marah dan berkata kasar. Harus tahan godaan. Ini sisi konkrit dari puasa yang anak - anak tahu," ujar dia. Kemudian untuk sisi kedua, terang dia, sisi abstrak. Untuk bagian ini, menurut dia, sang anak belum begitu memahaminya. "Makna abstrak dari puasa adalah, kalau puasa itu mensucikan diri, tidak puasa itu dosa, dan puasa dapat pahala. Kalau orang dewasa itu sudah mengerti. Kalau anak - anak itu belum mengerti. Ini sesuai dengan perkembangan kewatakan anak," terang dia. "Nah, pada poin tersebut menjadi sebuah tantangan bagi orangtua untuk memacu anak agar mau belajar berpuasa. Anak pada usia diatas 11 tahun baru mengerti konsep abstrak. Dibawah 11 tahun anak- anak belum mengerti," imbuh dia. Ia mengatakan, orangtua harus menjelaskan konsep tersebut dan dijabarkan menyenangkan dan tidak menjenuhkan, agar anak mudah mengerti. "Buka puasa dengan makanan kesukaan, tarawih bareng. Ini harus dilakukan secara bertahap. Misalnya, suka membuat hiasan rumah saat Ramadhan tiba. Bisa dengan membuat tulisan (amadhan its comming)," kata dia. [aji]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar